March 30, 2015

Teruntuk yang Kusayangi

Dear yang kukasihi,

5 hari yang lalu usiaku genap 20 tahun. aku menginjak kepala 2? haha semakin tua ya.
ku kira hari itu aku akan mendengar gurauanmu, mendengarmu tertawa sambil berkata "makin tua ya" atau "udah 20 ya?" atau apapun yang kau ingin katakan. kukira saat aku terbangun aku akan disambut senyum dan pelukanmu. sayangnya semua perkiraanku meleset. 
aku tersadar, aku tak melihatmu dirumah. oh mungkin kau mengirimiku pesan, ngga? ya ternyata dihandphoneku pun tak ada pesan atau panggilanmu. 
kemana? kau tak mengingatku? kau tak ingat itu hariku? 
teman-temanku mengingatku, mama, adik2ku dan yang lainnya mengingatku, mereka memberiku selamat dengan cara mereka masing-masing. 
mereka mengingatku. kau? 
aku tak meminta apapun darimu, bukan kado, bukan uang, aku hanya ingin kau mengingatku.
aku menunggumu sampai malam. tetap tak ada.
keesokan harinya. masih tak ada. 
begitu seterusnya sampai hari ini.
apa aku membuatmu marah hingga kau tak mau sekedar memberiku selamat?
apa aku membuatmu kesal?
aku hanya ingin kau peluk, aku hanya ingin kau tersenyum padaku, aku hanya ingin kau ada disini.
ini ulangtahun paling menyakitkan, aku bahagia tapi aku sedih.
aku bahagia mereka yang ada disekelilingku memberi warna indah tersendiri dihariku, ya kau juga memberi warna dihari itu. biru. 
bahkan ketika aku meminta dan berharap kau datang dimimpiku pun, kau tak ada. 
aku kehilangan hadiah terindahku, pelukan hangatmu.
pah, putrimu kini beranjak dewasa, dewasa tanpa kehadiran sosokmu disampingnya. 
aku tau bukan ini yang kau harapkan dariku, tapi kehilanganmu adalah hal paling berat. mengikhlaskan kepergianmu hal paling sakit, terbiasa tanpamu hal yang tak kuinginkan. 
aku menyayangimu.


salam kangen,

your little girl {}

No comments:

Post a Comment