March 14, 2015

I M I S S Y O U

ketika yang dirindukan mungkin tak merindukanmu. sakit rasanya? tapi jauh lebih sakit ketika kamu merindukan seseorang tapi tak bisa menyampaikannya.
bukan. bukan karna gengsi atau tak mau memulai tapi karna tak bisa menyampaikannya.
bahkan kalaupun aku berteriak keras sekalipun dia takkan menjawabnya.
aku tau rumahnya, aku bisa kesana kapanpun kumau.

tapi tak ada gunanya, seberapapun sering aku mengunjunginya dia tak pernah mau menjawabku. dia tak pernah menemuiku, aku dibiarkan. seolah aku tak ada. tempat barumu pasti jauh lebih indah sehingga kau tak pernah lagi pulang.
katanya dia menyayangiku, tapi dia tinggalkan aku, dia biarkan aku berjalan sendirian.
katanya dia tak bisa dan tak mau jauh dariku, masih kuingat waktu dia bilang "nanti kalo jauh, biasanya ketemu jadi ga ketemu, pas kangen gimana?" egois. dia tak mau merasakan rindu, tapi sekarang dia biarkan aku tersiksa dengan rasa rindu ini.
katanya dia akan terus mendukungku, tapi apa? sekarang dia sama sekali tak memperdulikanku. membiarkanku merasa sendirian, membiarkanku termakan rasa sepi.
dia membantuku mewujudkan mimpi yang ada, tapi dia tinggalkan semua begitu saja. apa arti usahmu selama ini? tak adakah sedikit keinginanmu untuk menunggu dan merasakan keberhasilanku? terlalu lelahkah kau menunggu ku?
apa aku tak lagi ada artinya? bahkan air mataku pun tak sanggup mengembalikannya. tak bisa membuatnya kembali bersamaku. apa tak ada kesempatan? kesempatan menyampaikan apa yang kurasa, kesempatan untuk merasakan dekapanmu lagi.
ini rindu yang paling menyakitkan, rindu yang paling menyesakkan.
aku merindukanmu. merindukan tawamu, merindukan nasehatmu, merindukan pelukan hangat darimu. apa tak bisa kau katakan padaku kata yang ingin kudengar, atau jika kau tak ingin bicara padaku, kirimi aku surat dari surga sana. katakan "akupun merindukanmu, nak"



yang ingin bertemu,

putrimu.

No comments:

Post a Comment