November 15, 2014

sabtu itu................

Pa sabtu lalu sabtu terakhir dira ketemu bapa, terakhir kalinya dira denger suara bapa, terakhir kalinya dira cium tangan bapa, liat bapa berangkat kerja.
Pa andai dira tau dira gaakan biarin bapa pergi kerja, gaakan. pa sabtu itu jadi hari perpisahan kita pa, perpisahan yang menyakitkan. Menyakitkan buat diinget, menyakitkan buat dijalanin.
Pa secepet ini?
Semudah itu pa ninggalin kita?
Sakit pa, ngga siap, mungkin sampai kapanpun ngga akan pernah siap tapi ngga setiba-tiba ini pa.
Terlalu perih.
Pa sampai hari ini semua masih gelap, bahkan setiap dira bangun pagi dira berharap ngeliat bapa tidur. Berharap ini semua cuma mimpi buruk, sangat buruk. Tapi sayang harapan itu tak pernah terwujud, semua nyata.
Masih terasa nyata sabtu lalu kita ketemu, sedikit bercengkrama, masih kudengar tawamu, seperti biasa kulihat garis-garis wajahmu, bercanda, mencium tangan kekarmu sebelum bapa berangkat, tanpa pertanda, tanpa firasat apapun. semua berjalan seperti biasa. hhhhhhhhh yaaaa hanya bisa dira inget pa. Tanpa bisa kudengar lagi, tak bisa kulihat lagi, kurasakan lagi. terekam nyata dalam memori.
Waktu terus berjalan tanpa bisa ku hindari pa, kenyataan harus dihadapi pa, sepahit apapun itu.

Aku merindukanmu pa. sangat merindukanmu{}

No comments:

Post a Comment